BORNEONEWS, Palangka Raya - Sanggar binaan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi pembuka saat acara pembukaan pertemuan tahunan BI Kalteng di Ballroom Swissbell Hotel Palangka Raya, Kamis (21/12/2017).
Sanggar Betang Batarung, sanggar binaan BI ini menampilkan tarian khas adat Dayak di hadapan ratusan undangan dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintahan dari 14 kabupaten/kota, ekonom, akademisi, dewan riset daerah, dan kalangan pers.
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Wuryanto mengatakan pertemuan tahunan ini sebagai wujud dedikasi untuk menyampaikan bagaimana perkembangan, tantangan serta arah pembangunan ke depan. Kondisi perekonomian 2017 dan prospek perekonomian 2018.
"Pertumbuhan ekonomi Kalteng 2017 pada level yang cukup tinggi. Triwulan III mencapai 6,13 %," sebutnya. Wuryanto banyak bercerita mengenai pertumbuhan ekonomi 2017, inflasi, angka kemiskinan, dan profil sumber daya alam yang masih banyak dikuasai investor luar dan distribusi keluarnya dilakukan di pelabuhan tetangga.
Sementara itu Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan mirisnya atas potret sumber daya alam yang hingga kini tidak banyak bisa mensejahterakan masyarakat sekitar maupun bagi penerimaan daerah. (ROZIQIN/B-6)
Sanggar Betang Batarung, sanggar binaan BI ini menampilkan tarian khas adat Dayak di hadapan ratusan undangan dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintahan dari 14 kabupaten/kota, ekonom, akademisi, dewan riset daerah, dan kalangan pers.
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Wuryanto mengatakan pertemuan tahunan ini sebagai wujud dedikasi untuk menyampaikan bagaimana perkembangan, tantangan serta arah pembangunan ke depan. Kondisi perekonomian 2017 dan prospek perekonomian 2018.
"Pertumbuhan ekonomi Kalteng 2017 pada level yang cukup tinggi. Triwulan III mencapai 6,13 %," sebutnya. Wuryanto banyak bercerita mengenai pertumbuhan ekonomi 2017, inflasi, angka kemiskinan, dan profil sumber daya alam yang masih banyak dikuasai investor luar dan distribusi keluarnya dilakukan di pelabuhan tetangga.
Sementara itu Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan mirisnya atas potret sumber daya alam yang hingga kini tidak banyak bisa mensejahterakan masyarakat sekitar maupun bagi penerimaan daerah. (ROZIQIN/B-6)








