BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kebahagiaan dirasakan oleh pasangan Hermansyah (37 tahun) dan istrinya Nurbainah (33 tahun) warga Jalan Mak Jambek RT 4 Kelurahan Memdawai Seberang, Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).


Pasalnya dari rahim Nurbainah lahir bayi kembar empat yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Proses persalinan berlangsung di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Selasa (19/12/2017).


Namun satu dari empat bayi tersebut tidak bisa bertahan hidup saat dilahirkan. Tetapi, tiga bayi lainnya hingga kini masih bertahan hidup walaupun harus mendapat perawatan ekstra ketat di ruang Neo Natal Intensif Care Unit (NICU) RSUD Sultan Imanuddin.


Ditemui di Ruang Kebidanan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Sambil tersenyum bahagia Nurbainah menceritakan awal kelahiran anaknya tersebut.


"Saya datang ke RSUD sekitar hari Minggu (17/12/2017) pagi. Saat itu pinggang saya terasa sangat sakit. Ternyata saat itu sudah terjadi kontraksi. Namun saat itu oleh petugas medis diupayakan untuk ditahan dulu. Mengingat usia kandungan masih 7 bulan," jelasnya.


Setelah dua hari terus dirawat, ternyata tanggal 19 Desember sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, bayi pertama lahir normal dengan berat 590 gram.


Meski demikian, kontraksi masih terus terjadi. Selang 12 jam sekitar pukuk 23.00 WIB dihari yang sama, kemudian diputuskan bayi yang masih ada dalam kandungan harus dilahirkan melalui proses sesar.


Bayi kedua saat itu bisa dilahirkan dibantu oleh dr.Diah Sp.Anak. "Tetapi setelah anak kedua lahir dengan berat 700 gram, saat bagian operasi sesar mau dijahit dokter melakukan pemeriksaan ulang di dalam rahim dekat tulang iga, ternyata ditemukan lagi anak ketiga," jelasnya.


Namun malang, anak ketiga seberat 700 gram ini ternyata tidak bisa bertahan hidup dan meninggal dunia saat itu juga. "Setelah bayi ketiga dilahirkan, ternyata masih ada satu bayi lagi yang kemudian dikeluarkan dokter dari rahim. Bayi keempat tersebut memiliki berat 800 gram," jelasnya.(WAHYU KRIDA/B-8)