BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akibat berat badan tiga dari empat bayi kembar berjenis kelamin perempuan yang lahir 19 Desember 2017 di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tergolong dibawah standar, maka saat ini tiga bayi kembar tersebut harus menjalani perawatan intensif di ruang Neo Natal Intensif Care Unit (NICU)
Meski demikian, bayi dari pasangan Nurbainah (33 tahun) dan sang ayah yaitu Hermansyah (37 tahun) yang betprofesi sebagai tukang ojek ini masih dalam kondisi stabil dan ditempatkan dalam inkubator ruang NICU.
Kepala Perinatologi Resiko Tinggi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Catur Rini mengatakan bayi tersebut berada pada level 3 bila ditinjau dalam segi pengawasan dan perlakuan perawatannya.
"Level tersebut merupakan tingkatan tertinggi. Karena kondisi bayi tersebut sangat jauh dibawah standar normal. Jadi ada penanganan super khusus terhadap mereka," jelas Catur.
Meski begitu, lanjutnya, kondisi tiga bayi tersebut berdasarkan pantauannya masih stabil. "Namun mohon maaf, untuk mengambil foto kami hanya bisa dari balik kaca ruanv perawat saja. Mengingat kondisi bayi bayi yang sangat rentan," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-8)
Tiga Bayi Kembar Bertahan Hidup Harus Jalani Perawatan Super Khusus
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPOM Terbitkan Izin Edar Bagi 43 Obat TB Selama 2024-2026
BPOM: Inovasi Kesehatan Jawab Tantangan Penyakit Langka Global
Bapenda Barito Timur Perluas Edukasi Pajak, Empat Kecamatan Sudah Disambangi
Mengubur Luka dengan Emas di Nagoya
Balai TNTP Apresiasi Dukungan 6.000 Liter BBM dari CBI Group untuk Tangani Karhutla
Trump Akan Hapus Tarif 50 Persen Barang Kanada Jelang Pemilu Sela
Komentar (0)
Memuat komentar…







