BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Ruangan Kebidanan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Surati mengatakan bahwa saat ini kondisi fisik Nutbainah ibu bayi kembar empat yang melahirkan Selasa (19/12/2107) yang ditanganinya masih terus dipantau.


"Terutama bila tiga bayi yang hidup dan saat ini masih berada dalam inkubator tersebut sudah berhasil melewati masa kritis dan dianggap sudah kuat untuk diberikan air susu ibu (ASI). Meskipun nanti berat badan sang bayi masih di bawah standar," jelas Surati saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Kamis (21/12/2017).


Bila hal itu terjadi, lanjut Surati, maka porsi makan sang ibu juga wajib ditambah. "Karena si ibu harus menyusui 3 bayi. Artinya porsi makannya serta gizinya juga harus tiga kali lipat dari biasanya," ujarnya.


Ia juga menjelaskan seperti layaknya kehamilan kembar, gejala kontraksi pada kehamilan usia 7 bulan memang adalah hal yang biasa. "Walaupun cuma kembar dua, hal tersebut pasti terjadi. Apalagi ini kembar empat," jelas Surati.


Dengan lahirnya bayi kembar empat ini, jadi sebuah rekor tersendiri bagi pasien melahirkan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun yang pernah ditanganinya.


"Sebelumnya sekitar bulan Maret 2017, pernah ada kelahiran bayi kembar tiga yang juga berjenis kelamin perempuan dan semuanya hidup. Nah, setelah Ibu Nurbainah melahirkan kembar empat, maka rekor tersebut terpecahkan," ujar Surati. (WAHYU KRIDA/B-8)