BORNEONEWS, Sampit - Identitas korban laka tunggal di jalan Muchran Ali, Kecamatan Baamang, pada Rabu (20/21/2017) malam ternyata tidak sesuai aslinya. Dalam identitas itu tertulis nama Sumanto beralamat di Jalan Batu Akik. Namun pada kenyataannya korban tidak pernah sama sekali tinggal di alamat tersebut.
"Namanya ini Suwanto bukan Sumanto. Dia tinggal di barak dekat pasar Keramat, Kecamatan Baamang," kata kakak korban di RSUD Murjani Sampit, Kamis (21/12/2017).
Korban sempat dirawat selama satu jam di rumah sakit sebelum menghembuskan nafas terakhir lantaran kehabisan darah akibat luka yang cukup serius di bagian kepala. Selain itu, korban juga menderita luka patah tulang di bagian paha dan dada.
Sebelum meninggal, korban yang kesehariannya tukang parkir ini berperilaku berbeda seperti hari biasanya. Suwanto baru diketahui meninggal oleh keluarga setelah kakaknya membaca berita di borneonews.co.id.
"Seharian dia (korban) hanya diam. Saya tahu setelah ada berita laka lantas. Itu pun saya bingung karena identitasnya tidak sama. Saya cari info lagi dan ternyata benar adik saya," terangnya.
Sementata itu kasus ini masih ditangani kepolisian. Motor korban dijadikan barang bukti dan diamankan di Satlantas Polres Kotim. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)








