BORNEONEWS, Palangka Raya - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Palangka Raya merayakan Natal, Kamis (21/12/2017) sore hingga malam. Kurang lebih 500 jemaat, 154 di antaranya warga binaan memenuhi halaman dalam Rutan tersebut.
Sedangkan sisanya merupakan keluarga dari WBP dan undangan lainnya. Nampak terlihat Kepala Rutan, Akhmad Zaenal Fitri duduk berdampingan dengan Kadiv Pas Kemenkumham Kalteng Anthonius Matius Ayorbaba dan Kepala Lapas Kelas II A Palangka Raya Priyarso.
Perayaan Natal diawali dengan pujian paduan suara warga binaan dengan dua lagu bahasa Dayak yakni Sembah Web (Sembahlah Dia) dan Allah Maha Mulia.
Berlanjut pada pujian anak dari Kesia G Ranan dengan judul Tuhan Tidak Tidur, dan Bapas atau Gita Sorga Bergema oleh Rio Ranan. Lalu, pujian dari keluarga warga binaan pemasyarakatan, Rony Stevanus (Kupercaya Janjimu), BPC GMKI Palangka Raya (Natal di Hatiku), Tahan Uji Band (Kenangan Natal Masa Kecil) dan pujian duet Kadiv Pas bersama WBP Steven (Bimbinglah Daku).
Ibadah dalam perayaan Natal itu dipimpin oleh Pendeta Edison Sinaga dari Gereja YHS Palangka Raya. Ia menegaskan, karena kasihNya yang agung, Yesus Kristus datang kedunia lahir dan hidup agar merasakan penderitaan, sakit, lapar dan haus. Semuanya menjadi bukti cinta kasihNya untuk memberikan keselamatan bagi manusia yang berdosa.
Kepala Rutan, Fikri mengatakan, tidak bisa memberikan lebih kepada warga binaan seperti masyarakat di luar karena keterbatasan yang ada. Namun demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk merayakan Natal.
Bahkan persiapan dilakukan sebulan yang lalu termasuk digelarnya berbagai lomba. "Kita berharap, mereka bisa mengambil hikmah dan jauh lebih baik dari sebelumnya," kata Fikri.
Fikri juga menginginkan mereka nantinya (setelah bebas) dapat berbaur dengan masyarakat dan menghindari perbuatan tindak pidana. Menurutnya, ada tiga komponen keberhasilan. Yakni WBP, petugas dan masyarakat.
"Keluarga juga bagian dari masyarakat. Jadi masyarakat juga kita harapkan berperan membina warga binaan supaya nantinya mereka bisa kembali ke tengah masyarakat dengan harapan baru dan semangat baru tentunya," tuturnya.
Sementara itu, Kadiv Pas, Anthonius Mathius Ayorbaba mengaku bangga dengan kegiatan tersebut. Dia juga mengingatkan pegawai dan WBP untuk tetap melakukan gerakan Cinta Ibadah sebagaimana yang diputuskan almarhum Kakanwil Kemenkumham Kalteng Agus Purwanto.
"Kepada pegawai gerakan Cinta Ibadah sebagai pondasi, kerja pasti dan transparan. Untuk warga binaan, harus jadi gerakan untuk jadi pribadi yang tahan uji," pesannya. (BUDI YULIANTO/B-5)








