BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada teknologi baru yang dianggap lebih baik guna pengembangbiakan sapi, yakni embrio transfer.

Selama ini yang kerap dilakukan adalah inseminasi buatan (IB) atau yang dikenal sebagai kawin suntik. Tapi sekarang, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai mengembangkan embrio transfer (ET).

"Sebelumnya untuk mengembangbiakkan ternak sapi dengan cara memasukkan sperma sapi pada rahim indukan dengan teknik IB, nah kali ini dengan teknik ET untuk mendapatkan anakan sapi yang lebih baik maka embrio sapi yang dimasukkan pada sapi indukan," jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kobar Rosihan Pribadi, Jumat (22/12/2017).

Teknologi tersebut, lanjut Rosihan, sudah dikembangkan oleh Balai pengembangan embrio ternak Cipelang Bogor. "Dengan cara ini sapi indukan hanya berfungsi sebagai tempat menanamkan embrio saja. Embrio tersebut dikembangkan dari sperma dan ovum sapi di laboratorium. Setelah berhasil baru dilakukan ET. Sehingga tingkat keberhasilan sapi bunting mencapai 90 persen," jelas Rosihan.

Menurutnya, bila dibandingkan dengan metode IB, tingkat keberhasilan sapi bunting jauh lebih tinggi. "Karena dengan metode IB tingkat keberhasilannya berkisar 60 persen," jelasnya.

Ia sendiri mengakui, untuk saat ini bila ditinjau dari segi pembiayaan teknologi ET memang lebih mahal dari IB. Namun suatu saat bila pengembangannya sudah massal, untuk pembiayaan metode tersebut bisa ditekan lagi. "Karena saat ini teknologi tersebut baru sebatas pengembangan di Kabupaten Kobar, baru tujuh sapi yang dikembangkan sebagai percontohan dan ada yang sudah menghasilkan pedet atau anak sapi," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)