BORNEONEWS, Palangka Raya – Ikrar damai lintas agama telah digaungkan di halaman Polres Palangka Raya, Jumat (22/12/2017). Mereka yang berikrar merupakan perwakilan dari pemuda Hindu, Budha, Banser, Pancasila dan Pemuda Gereja.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio menegaskan ikrar ini sebagai wujud kekuatan, kebersamaan di Bumi Pancasila, Isen Mulang, Rumah Betang dan Bumi Tambun Bungai.

“Tidak ada alasan untuk tidak bergandengan tangan. Itulah kekuatan kita,” tegasnya.

Dia menuturkan keberagaman dan kekuatan harus dimanajemen dan dikelola dengan baik. Sebab terkadang ada yang datang dari luar tidak mengetahui sejarah bangsa ini didirikan.

"Kalau kita selama 70 tahun bisa bersama dengan keragaman yang ada, kenapa kok kita harus berkelahi. Hari ini bisa bergandengan tangan, bertetanggaan baik dengan yang beragama Nasrani, Hindu, Budha, Katolik dan lain-lain, kenapa besok-besok kok ribut. Ikrar ini adalah bentuk untuk mengingatkan kita semua, terutama bagi generasi muda yang kadang lalai, alfa, khilaf dan tidak mempelajari sejarah,” bebernya.

Dia menegaskan Indonesia sepanjang masa dan sampai kapanpun tetap bersatu. Indonesia tetap memegang teguh NKRI. “Kita bantu kepolisian, TNI dan semuanya untuk bersama-sama,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)