BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Indonesia sepertinya akan mencatat penurunan ekspor minyak sawit mentah (CPO) untuk periode November menyusul penurunan permintaan dari Tiongkok dan India.

Kondisi ini terjadi di tengah menurunnya produksi CPO domestik, demikian survei yang dirilis Reuters akhir pekan ini.

Produksi CPO turun menjadi 3,90 juta ton pada November, dari 3,95 juta ton pada Oktober, sebut survei tersebut.

Produksi selama Oktober adalah performa bulanan tertinggi sejak survei dimulai pada 2014.

Untuk ekspor November diestimasi turun menjadi 2,52 juta ton, dari 2,75 juta ton pada Oktober.

Langkah India menaikkan bea masuk minyak nabati turut memicu penurunan ekspor selama November, yang merupakan kinerja terendah dalam delapan bulan terakhir.  (NEDELYA RAMADHANI/m)