BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Melambannya kinerja ekspor minyak sawit mentah (CPO) pada November akan berimbas pada melonjaknya cadangan di dalam negeri.

Survei Reuters yang dirilis akhir pekan ini menyebutkan bahwa penurunan permintaan di sejumlah pasar utama CPO Indonesia menjadi penyebab meningkatnya stok CPO.

Menurut survei Reuters, stok CPO hingga akhir November diperkirakan mencapai 3,60 juta ton, naik dari 3,14 juta ton pada Oktober.

"Selain akibat India yang menaikkan pajak impor minyak nabati, aktivitas pembelian oleh Tiongkok baru meningkat menjelang perayaan Imlek. Sementara permintaan dari Eropa dan pasar lain juga melambat," menurut survei tersebut.

Data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan Indonesia mengekspor sebanyak 2,60 juta ton minyak sawit dan kernel sawit pada Oktober.

GAPKI baru akan merilis data ekspor untuk November pada Januari mendatang.

Untuk konsumsi domestik diperkirakan sekitar 989.550 ton pada November, dibandingkan dengan 985.000 ton pada Oktober. (NEDELYA RAMADHANI/m)