BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berpendapat, jika ingin untung PLN Banjarbaru sebagai pemasok daya di kabupaten ini harus meningkatkan pelayanannya berupa penambahakan kapasitas daya.

"Pelayanan listrik di daerah ini sangat kurang kami tegaskan kepada para elite pimpinan agar berpikir positif melihat pelayanan listrik di Kabupaten Kotim kalau mau profit," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotim, H Fadliannor, Selasa (26/12/2017).

Fadliannor yakin profit melalui jaringan listrik sudah diambang pintu dengan status rayon diubah menjadi area. "PLN Banjarbaru apabila bisa mengikuti pola pikir kami Insya Allah akan memberikan keuntungan bagi mereka," tegasnya.

Perubahan rayon menjadi area bisa melihat dari cakupan Provinsi Kalteng yang terdiri dari 14 Kabupaten dan Kota, di mana Kotim menjadi acuan inflasi saat ini. Jika ditarik kesimpulannya jika daerah ini bergejolak maka secara otomatis akan berdampak sistemik kepada daerah lain yang ada di Bumi Tambun Bungai ini.

"Silakan dibuktikan melalui data Bank Indonesia di Palangka Raya, yang dulu keberadaannya di Sampit," tukasnya.

Selain itu juga bisa dilihat dari PDRB Kalimantan Tengah di mana sekitar 30 berada di Kotim. "Silakan itu semua dibuktikan melalui data Bank Indonesia di Palangla Raya," lanjutnya.

Saat ini pasokan listrik di Kotim didukung dari PLN Banjarbaru, namun sayang pasokan listrik masih kurang untuk memenuhi kebutuhan daerah ini. Di sisi lain proyek PLTU di Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara yang digadang-gadang bakal menjawab semua kebutuhan listrik di Kotim sejak beberapa tahun terakhir ini mangkrak. (NACO/B-5)