PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sepeda motor hasil curian lima komplotan yang beraksi di Palangka Raya itu dijual kepada pembeli seharga Rp900 ribu per unit.

Kini lima komplotan maling sepeda motor dua di antaranya sebagai eksekutor sekaligus didor kini telah menghuni dinginnya di balik jeruji besi Polres Palangka Raya.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar mengatakan, mereka sudah beraksi selama satu bulan terakhir dan berhasil menggondol 15 unit sepeda motor.

"Sembilan unit yang kita amankan masih utuh, dan enam unit sudah dipreteli," kata Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Bronto, Kabag Ops Kompol Purwanto dan Kasat Reskrim AKP Ismanto Yuwono kepada wartawan, Selasa (26/12/2017).

Dia menuturkan, dari hasil keterangan, satu unit motor yang dicuri dijual seharga Rp900 ribu hingga Rp1 juta. Hasil kejahatannya itu lalu digunakan untuk keperluan sehari-hari.

"Sedangkan yang dipreteli dijual per item. Ada velg, stang dan lain-lain. Yang membeli si penadahnya dan sudah kita amankan sebanyak tiga orang. Harga katanya bervariasi," ungkapnya.

Kapolres menambahkan, dari lima komplotan pelaku itu, dua berperan sebagai eksekutor. Mereka pula yang terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melakukan perlawanan terhadap petugas saat ditangkap. Sasaran motor curian adalah motor yang tidak dikunci stang oleh pemiliknya.

Tiganya turut serta membantu, yakni mulai mempreteli hingga menjual ke penadah. Sampai saat ini, polisi terus mengembangkan kasus curanmor tersebut meskipun juga sudah ada tiga penadah yang ditangkap.

"Masih terus kita lakukan pengembangan. Siapa tahu masih ada TKP lainnya," tuturnya.

Sekedar diketahui, dua dari lima pelaku yang menjadi eksekutor dan terpaksa dilumpuhkan yakni NGD (24) warga Jalan Kecipir dan AFY(25) warga Jalan Pinus.

Sedangkan tiga sisanya yang turut serta membantu di antaranya AH (20) warga Jalan Raden Saleh, AR (23) warga Jalan Raden Saleh dan AH (23) warga Jalan Turi.

Untuk tiga orang lagi yang menjadi penadah yakni Win (35) warga Jalan Temanggung Tilung sekaligus ibu rumah tangga, Riy (49) warga Jalan Rangas dan MF (29) warga Jalan Mahir Mahar pekerjaan usaha bengkel. (BUDI YULIANTO/B-5)