BORNEONEWS, Sampit - Tim reaksi cepat musibah kebakaran lahan, hutan dan kebun (karlahutbun) membutuhkan selang, noksel dan kendaraan angkutan personel.
"Kita masih kurang selang, noksel dan kendaraan angkut personel," kata Mayor Inf Ahmar Nasution, perwakilan Kodim 1015 Sampit di gedung serbaguna Sampit, Rabu (27/12/2017).
Seperti diketahui jajaran TNI Kodim 1015 Sampit terlibat dalam tim reaksi cepat karhutlabun bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim.
Menurut Ahmar, dalam tim reaksi cepat itu, sebanyak 60 personel TNI terlibat dalam mengatasi kebakaran hutan, lahan dan kebun. Di Kotim sendiri ratusan hektare lahan terbakar dan titik hotspot terpantau.
Meski begitu, lanjut Ahmar, mereka selalu siap membantu pemerintah daerah. Bahkan masalah ini merupakan salah satu kejadian yang cukup menonjol sepanjang 2017 ini.
Selain soal kebakaran, yang juga menghantui masyarakat selama ini yakni banjir.
Ada beberapa wilayah yang kerap kali banjir seperti di Desa Sudan, Sungai Ubar dan Pantai Harapan, Kecamatan Cempaga Hulu, Desa Sangai, Kecamatan Telaga Antang dan desa Tanjung Jariangai, Kecamatan Mentaya Hulu. (NACO/B-2)
Perlu Selang, Noksel dan Mobil Angkut Personel untuk Hadapi Kebakaran Lahan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







