BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi marah dengan keadaan air PDAM karena sering macet.

"Masa dalam satu bulan bisa sampai satu Minggu tidak jalan. Padahal sudah dikucurkan dana besar dalam tiap tahunnya," ujar Supian saat rapat evaluasi akhir tahun di Gedung Serbaguna Sampit, Rabu (27/12/2017).

"Saya tidak tahu apa kendala hingga hal tersebut terjadi. Apalagi hingga saat ini sejumlah jalur juga sudah diperbaharui pipanya bahkan juga sudah diganti. Namun itu apakah sudah berfungsi atau tidak," katanya.

"Jangan hanya anggaran saja yang terus minta tambah, namun pelayanan juga harus bagus. Jangan malah makin buruk," katanya lagi.

Bahkan Supian juga mengatakan akan merombak struktur atau pegawai yang bekerja di PDAM Dharma Tirta Sampit, kalau memang tidaj ada solusi yang bisa membuat aliran air kepada masyarakat. Pihaknya juga akan menggelar rapat di tempat untuk membicarakan hal itu.

"Nanti kami akan ke sana dan melakukan evaluasi. Nampaknya butuh perombakan pegawai untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ucapnya.

Supian mengatakan saat ini hanya 76% saja masyarakat teraliri air PDAM, sehingga pada 2019 ditargetkan sudah 90% sampai 100%. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)