BORNEONEWS, Palangka Raya - Ada yang berbeda dari perayaan Natal di Palangka Raya tahun ini. Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya dijaga oleh Banser NU saat umat Katholik merayakan Misa Natal, 25 Desember 2017 lalu. Dan, kondisi ini mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto.

Keselarasan dan toleransi tampak nyata saat salah seorang anggota Banser NU bahkan dengan sukacita menyalami umat yang selesai beribadah bahkan bersedia diminta berfoto dengan beberapa umat.

"Itulah yang dinamakan kebersamaan dan toleransi. Kita sangat mengapresiasi itu dan memang seharusnya seperti itulah kita hidup, rukun, aman, damai," kata Ketua DPRD, Rabu (27/12/2017).

Menurut Sigit, memang untuk Kota Palangka Raya sendiri rasa toleransi masih sangat tinggi dan tidak diragukan lagi. Pengamanan yang dilakukan oleh Banser NU saat umat Katholik merayakan Natal hanya salah satu contoh dari sekian banyak bukti lainnya.

"Di beberapa titik Kota Palangka Raya bahkan bisa kita lihat bagaimana Gereja dan Masjid berdiri bersebelahan dan tidak pernah ada masalah. Inilah yang kita perlukan. Toleransi bersama. Seperti Pak Wali Kota yang berkunjung ke kediaman kami saat Natal kemarin. Itu bentuk silaturahmi yang indah," kata Politisi PDI Perjuangan tersebut. (TESTI PRISCILLA/B-5)