BORNEONEWS, Palangka Raya - Penulisan cerita anak sedang gencar-gencarnya disosialisasikan oleh Balai Bahasa Kalimantan Tengah. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan khusus pada awal Desember 2017.

"Kita ada membuar kegiatan pelatihan penulisan cerita anak yang diikuti oleh sekitar 50 peserta. Mereka terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pemeduli sastra, guru, jurnalis, pegiat literasi, hingga yang benar-benar penulis cerita anak," kata Kepala Balai Bahasa Kalteng, Haruddin kepada Borneonews, Kamis (28/12/2017).

Menurut Haruddin, penulisan cerita anak memang lebih ditekankan pada yang berbasis kearifan lokal. Hal ini diharapkan mampu menjadi sarana penguatan pendidikan karakter kepada anak-anak.

"Peserta pelatihan itu kita harapkan mampu berkomitmen untuk bisa menghasilkan produk cerita anak berbasis kearifan lokal. Ini sebagai bukti kerja yang harus dilakukan setelah kegiatan tersebut. Peserta akan melanjutkan kegiatan dengan berkarya. Itu harapan kita," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/m)