BORNEONEWS, Palangka Raya - Ada teknik yang harus dipenuhi dalam penulisan cerita anak. Berbeda dengan menulis cerita untuk novel atau cerita remaja. Menulis cerita anak apalagi yang berbasis kearifan lokal harus memuat beberapa unsur penting.
"Yang pertama, nilai moral. Untuk cerita anak yang memang dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan budi pekerti, harus dapat dibedakan menulis untuk anak dan menulis untuk orang dewasa. Harus ada nilai moral yang diselipkan," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Haruddin kepada Borneonews.co.id, Kamis (28/12/2017).
Haruddin menjelaskan untuk cerita anak harus sesuai dengan dunia anak. Yakni dengan bahasa yang sederhana, santun, padat, dan mendidik serta mudah dicerna.
"Penulis cerita anak harus menggali aneka kearifan lokal sebagai bahan cerita anak. Setiap daerah memiliki kearifan lokal yang merupakan sumber penulisan cerita anak yang bisa terus digali secara kreatif dengan tetap bijak menghargai warisan budaya," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








