BORNEONEWS, Sampit - Infrastruktur jalan di Kabupaten Kotawaringin Timur masih menuai keluhan.

"Saat ini kualitas jalan kita hanya mampu untuk angkutan 8 ton atau jalan kelas III, sementara setiap hari ribuan kendaraan yang bobotnya melebihi 8 ton melintas di daerah ini," kata anggota Komisi IV DPRD Kotim, Hary Rahmad Panca Setia, Kamis (28/12/2017).

Inilah menurut politisi partai Hanura ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah daerah. Bukan saatnya lagi pemerintah membatasi angkutan melintasi jalan di Kotim, namun bagaimana kelas jalan ditingkatkan dari kemampuan 8 ton menjadi 20 ton.

"Karena sangat tidak mungkin itu kita batasi, sama saja kita membatasi perkembangan perekonomian kita, meningkatnya mobilitas kendaraan sudah tidak bisa dihindari lagi, itu bukti kemajuan daerah ini," tegas Hary.

Hary mengatakan, sampai kapanpun umur jalan yang ada tidak akan bertahan lama sampai batas waktu yang ditargetkan oleh pemerintah. Karena banyak kendaraan yang melebihi tonase melintas di jalur yang hanya mampu menahan 8 ton angkutan.

"Kalau kelas jalan kita tingkatkan saya yakin pemerintah tidak akan setiap tahun disibukan dengan urusan perbaikan jalan saja," tandasnya.

Dari data Dinas Perhubungan Kabupaten Kotim, setiap hari jalan di Kotim dilintasi sebanyak 1.500 kendaraan dari berbagai jenis angkutan. Bahkan, ada yang mencapai 25 ton melintas di daerah ini, sebagian besar melakukan aktivitas menuju ke pelabuhan wilayah selatan Kotim. (NACO/B-2)