BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menyatakan besok akan menyurati Kapolda Kalteng. Hal ini terkait kasus penembakan aparat kepolisian kepada warga di areal perkebunan milik Wilmar Group di Desa Tangar, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Sugianto juga menyebut rencananya tersebut adalah bagian dari meminta penjelasan dari pihak terkait mengenai insiden yang melibatkan warga dan aparat itu, supaya terang benderang.

“Saya akan buat surat kepada Kapolda, besok saya akan sampaikan surat itu,” terang Gubernur usai melakukan Sidak dan rapat terbatas di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kalteng, Kamis (28/12/2017) petang.

Gubernur juga mengatakan, Pemprov Kalteng menanggapi serius kejadian penembakan warga oleh aparat yang bertugas di perusahaan PT Bumi Sawit Kencana (BSK) pada 19 Desember 2017 lalu tersebut, sebab berkaitan dengan warganya, dan dalam rangka penyelesaian seadil-adilnya kepada perusahaan maupun warga bersangkutan.

Insiden kekerasan antara warga dengan petugas keamanan kebun dan aparat kepolisian mengakibatkan dua warga dilarikan ke rumah sakit akibat luka tembak. Pengakuan Gusti Ananda (44), korban yang terkena tembakan di kaki ini menuturkan, bentrokan yang terjadi antara pihaknya dengan aparat kepolisian yang tengah berjaga di perusahaan itu, memang sengaja dibenturkan dengan pihak perusahaan.

Sebab, kata Gusti, sering kali hal ini terjadi apabila warga melakukan klaim lahan yang digarap perusahaan. Ia tidak menyalahkan polisi, melainkan PT Wilmar yang kerap memukul orang seenaknya dengan mengerahkan aparat. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah bisa hadir dalam permasalahan ini. (ROZIQIN/B-5)