BORNEONEWS, Palangka Raya - Tidak semua orang yang memiliki tato di tubuh selalu tersingkir jika mendaftar sebagai prajurit TNI. Jangankan mendaftar, mendengar syarat tidak akan diterima hanya gara-gara tato pun mungkin sudah minder.

Padahal, orang bertato juga memiliki kesempatan untuk bisa menjadi prajurit TNI. Kok bisa? Begini penjelasan KA Ajenrem 102 Panju-Panjung Mayor Caj Dhonnie Satrianda Fauzie.

Menurutnya, khusus di Kalteng, TNI memiliki kebijakan untuk putra-putri Dayak yang bertato. Namun tato tersebut bukan tato untuk bergaya, hura-hura, melainkan tato berlambang adat yang memang dinyatakan benar oleh sesepuh adat baik Damang maupun Mantir.

"Kalau bukan adat, jelas kita tidak bisa mentolerir karena itu berkaitan dengan kenakalan. Yang jelas apabila tato adat dan dinyatakan oleh Damang maupun Mantir, itu bisa," kata Dhonnie , Jumat (29/12/2017).

Dia menuturkan, pada pendaftaran Tamtama beberapa waktu lalu, ada empat orang yang berhasil masuk menjadi TNI dan mereka juga memiliki tato adat atau lambang khas dari suku Dayak.

"Mengenai kualitas, disini sebenarnya bagus. Cuma belum terlatih. Nah kebijakan dari Komandan Korem, akan melakukan pembinaan. Disini (Korem) juga ada fasilitas olahraga," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-5)