BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur (Wagub) Habib Said Ismail menanggapi serius kejadian tertembaknya warga di perkebunan milik Wilmar Grup, dengan membentuk tim investigasi.
Lalu apa alasannya hingga keduanya merapatkan masalah sengketa lahan itu dan membentuk tim? Keduanya ingin dugaan penembakaan oleh aparat yang bertugas di perusahaan Wilmar Group Desa Tangar, Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bisa terang benderang.
“Yang kita sayangkan, kok bisa sampai ada penembakan warga oleh aparat, mereka kan bukan penjahat. Menurut keyakinan mereka, cuma mempertahankan hak tanah mereka yang belum diganti rugi tapi sudah ditanami perusahaan. Kita sepakat bersama Gubernur tadi, yaitu secepatnya membentuk tim,” kata Wagub, Kamis (28/12/2017).
Lanjut dia, tujuannya tentu mencari titik kejelasan bagaimana penyelesaian kasus yang terjadi di perusahaan PT Bumi Sawit Kencana (BSK) pada 19 Desember 2017 lalu tersebut secara tuntas.
“Bahkan kita ada dengar kabar menyakitkan dimana justru korban yang tertembak itu sekarang ditahan polisi. Untuk melihat apakah kabar ini betul atau tidak kami akan cek sendiri ke di Polres Kotim di Sampit besok. Korban yang memang melapor kok yang ditangkap, sementara yang menembak tidak tahu siapa dia,” sambungnya. (ROZIQIN/B-5)







