BORNEONEWS, Kasongan - Tokoh masyarakat Kabupaten Katingan berharap tidak ada bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati yang akan bersaing di pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang menghembuskan isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) pada saat kampanye.
"Harapan kita nanti saat kampanye tidak ada bakal calon yang sengaja menghembuskan isu SARA itu, sebab isu SARA bisa memancing reaksi negatif di masyarakat," ujar Djawidul, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Katingan kepada borneonews.co.id Jumat (29/12/2017).
Untuk itu dia berharap kepada semua bakal calon yang akan bersaing, maupun tim suksesnya masing-masing agar bersama-sama saling menjaga situasi Kamtibmas di Katingan agar tetap kondusif.
Masyarakat luas, kata Djawidul yang juga anggota FKUB Katingan ini, diharapkan tidak mudah terpancing dan terprovokasi adanya kabar burung atau propaganda-propaganda yang sengaja dihembuskan pada saat kampanye dengan tujuan memperkeruh suasana.
Djawidul juga berharap di pilkada serentak 27 Juni 2018, di daerahnya tidak ada peningkatan suhu politik pada saat kampanye atau menjelang hari H. (ABDUL GOFUR/B-2)








