BORNEONEWS, Sampit - Siapa yang menyangka, hanya karena sering ikut sang ayah bermain badminton sejak masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang (13), berhasil menembus level Asia, bahkan meraih gelar di beberapa ajang.

Kini, pelajar yang lahir di Sampit pada 13 April 2004 silam tersebut bernaung di klub top Indonesia yakni Jaya Raya Jakarta. Setahun bernaung di klub itu, sejumlah prestasi pun berhasil diraihnya.

Deretan prestasi berhasil diraih putra dari pasangan M Hadid Mayang dan Nur Rahmi Zaini sejak masih sekolah di SD Negeri II Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim. Antara lain juara 2 O2SN tingkat provinsi Kalimantan Tengah tahun 2014. Kemudian, saat melanjutkan ke SMPN 1 Sampit, ia mendapatkan beasiswa di Jaya Raya Jakarta dan pindah sekolah ke Jakarta.

Setelah berhasil menembus klub tersebut, dirinya berhasil meraih sejumlah gelar level Asia. Di antaranya juara 1 kejuaraan Astek Jakarta 2016 kelompok anak-anak, juara 1 Grand Prix Junior se-Asia tahun 2017, juara 3 piala Wali Kota Cirebon, juara 3 Milo Cup di Cilegon, 8 besar di Asia Youth Internasional Series, juara 1 Milo Cup di Riau dan segudang prestasi lainnya.

Dirinyapun menceritakan bahwa ketertarikan dia untuk menjadi atlet bulu tangkis ini berawal dari hanya sering ikut sang ayah pada saat kecil. "Karena sering lihat ayah, akhirnya saya juga suka. Setelah saya SMP, saya sekolah ke Club Jaya Raya Jakarta," terang Sultan.

Di akademi tersebut, kemampuannya semakin terasah. Dia kemudian diajak untuk sparing dengan atlet Pusdiklat Jaya Raya, dan M Sultan berhasil mencuri perhatian. Dia menaklukan sejumlah atlet Pusdiklat Jaya Raya.

Karena bakat luar biasa yang dimilikinya, akhirnya M Sultan direkrut oleh Klub Jaya Raya dan mendapatkan beasiswa. "Saat ini saya libur, makanya pulang untuk ikut turnamen Bupati Cup IV. Dan juga persiapan Porprov 2018 nanti," kata Sultan. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)