BORNEONEWS, Muara Teweh – Polres Barito Utara membentuk tim pengamanan khusus untuk menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018. Tim tersebut dinamai Rajawali.
Kabag Ops Polres Barito Utara Kompol RAS Yudhapatie mengungkapkan, Tim Rajawali diberikan pelatihan berupa Crisis Response Team (CRT). Pelatihan itu khusus untuk lawan teror seperti Gegana Brimob Polri dengan spesifikasi operasi cepat, kejut, dan keras. Tujuannya untuk menindak kejahatan terorganisasi dan berkadar tinggi.
Selain itu, Tim Rajawali dilatih negisiator, teori, pengawalan VVIP, inteligen, sentra gakumdu, dan lainnya. “Tim Rajawali diberikan pelatihan khusus untuk mengantisipasi kondijensi atau kejaidan yang tiba-tiba pada saat pelaksanaan pesta demokrasi 2018 nanti,” ungkapnya, Jumat (29/12/2017).
Anggota Tim Rajawali sebanyak 15 orang. “Saat ini pelatihan sudah dimulai. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, yang paling penting yakni kedisplinan dan semangat para personel serta kekompakan tim,” tegasnya.
Diterangkannya bahwa Tim Rajawali akan dibekali dengan peralatan lengkap seperti senjata api laras panjang dan pendek, rompi anti peluru, dan fasilitas lainnya.
Ia berharap, masyarakat yang mengikuti pesta demokrasi tahun depan dapat menjaga kondusifitas daerah. Sehingga pesta demoraksi pemilihan kepala daerah dapat berjalan lancar dan terkendali. (RAMADANI/B-3)








