BORNEONEWS, Palangka Raya – Menjelang akhir tahun, mulai banyak laporan terkait kualitas hasil pekerjaan pemerintah. Salah satunya, proyek rumah ibadah. Diduga banyak proyek rumah ibadah tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam kontrak.

“Banyak hasil pekerjaan untuk rumah ibadah bermasalah. Kebanyakan ditemukan tidak sesuai spek. Persoalan ada pada kontraktornya,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng mengungkapkan hasil temuannya kepada pers, Jumat (30/12/2017).

Selain spesifikasi, masalah lain yang melingkupi pekerjaan fisik atau kontraktual untuk pembangunan maupun rehab rumah ibadah cukup beragam. Ia menyebut mulai dari pengerjaan yang lambat, ada yang belum selesai sesuai progres dalam perencanaan, bahkan ada yang gagal.

Beberapa daerah yang ditemukan proyek rumah ibadah bermasalah di antaranya di Sampit dan sejumlah daerah lainnya di Kabupaten Kotawaringin Timur. “Itu banyak tidak sesuai spek. Kalau di Palangka Raya ini, ada juga, tapi karena terlambat sehingga disanksi denda.”

“Saya mau ingatkan Inspektorat, supaya mendalami ini. Banyak jenis proyek terutama jenis hibah dan rehab rumah ibadah,” tutupnya. (ROZIQIN/B-3)