BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Beredarnya kabar bahwa para donatur atau dermawan tidak diperkenankan menyerahkan sumbangan langsung kepada Yani Ato, 6, melalui ayah tirinya. Sumbangan itu justru diterima petugas medis yang menunggu ruang isolasi RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, tempat Yani Ato dirawat.
Yani ato merupakan pasien marasmus atau busung lapar asal RT 11, Desa Tanjung Beringin, Kabupaten Lamandau.
Kabar miring tersebut tentu meresahkan manajemen RSUD Sultan Imanuddin. Supaya kabar itu tidak semakin menyesatkan masyarakat, Direktur RSUD Sultan Imanuddin Akhmad Faozan, kemudian berkoordinasi dengan berbagai pihak.
"Akhirnya kami bekerjasama dengan pihak relawan Kobar. Jadi segala bentuk sumbangan atau donasi silakan berhubungan dengan relawan Kobar. Saat ini petugas medis yang merawat pasien marasmus tersebut kami larang untuk dititipi sumbangan pada siapapun. Saat ini hanya relawan Kobar yang kami percaya untuk mengurus titipan sumbangan. Tidak ada pihak lain," jelas Faozan Sabtu (30/12/2017) di Aula RSUD.
Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil karena sebelumnya bapak tiri pasien tersebut diduga pernah menerima sumbangan secara langsung dari pihak lain.
"Namun salah seorang petugas kami sempat melihat ia malah membeli ponsel baru. Itulah yang menjadi alasan kenapa kemarin petugas yang berjaga tidak memperbolehkan untuk menyerahkan uang tersebut secara langsung ke bapak tiri anak tersebut," ungkap Faozan.
Kemudian, lanjutnya, terkait niat si bapak untuk membawa anak tirinya pulang kampung ke NTT bila telah sembuh, juga harus disikapi dengan hati-hati.
"Jangan sampai nantinya malah sesampainya di kampung halamannya kondisi seperti ini berulang lagi. Mengingat sebelumnya anak tersebut juga sempat menjadi pasien kami dengan kasus yang sama," sambungnya.
Sehingga, segala bentuk sumbangan yang masuk diharapkan diserahkan secara tepat dan efisien. Karena itulah, pihak RSUD menggandeng relawan Kobar untuk mengurus donasi dan tetek bengeknya.
"Karena konsentrasi kami adalah merawat si pasien. Saat ini pasien sangat perlu perawatan ekstra untuk memperbaiki gizi serta menyembuhkan diare parah yang dideritanya. Kami mohon berikan privasi pada pasien dan petugas medis untuk merawatnya. Untuk itulah kami mohon maaf lantaran tidak mengizinkan lagi siapapun yang tidak berkepentingan bermaksud menjenguk pasien tersebut. Sekedar diketahui, sebenarnya pembiayaan pengobatan pasien juga telah ditanggung oleh BPJS lantaran pasien tersebut rujukan dari RSUD Lamandau," jelasnya.
Secara terpisah, Ketua Relawan Kobar Rudi Irawan atau yang dikenal dengan nama Aba Wawan, membenarkan pihaknya telah digandeng pihak RSUD Sultan Imanuddin untuk mengurus segala macam donasi yang diberikan berbagai pihak kepada pasien busung lapar atas nama Yani Ato.
"Bukan kali ini saja kegiatan penggalangan dana atau mengurus donasi kami lakukan. Untuk transparansi keuangan juga selalu kami sampaikan secara jelas melalui akun facebook saya yaitu Aba Wawan. Kemudian bila yang ingin bertanya atau ingin mengetahui sudah sejauh mana sumbangan disampaikan, silakan langsung bertanya pada saya. Datang saja ke Cafe Salsa, Jalan Iskandar atau bisa melalui telpon di 082253404500," sebutnya. (WAHYU KRIDA/B-3)








