BORNEONEWS, Palangka Raya - Amblesnya jembatan yang memutuskan jalur Sampit (Kotawaringin Timur)-Pangkalan Bun (Kotawaringin Barat), membuat Gubernur Kalteng Sugianto Sabran prihatin.

Ia mengoordinasikan dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), karena kewenangan pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan tersebut yang merupakan jalan nasional.

Hasilnya, jembatan yang putus di Desa Rungau Raya, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, atau Jalan Jenderal Sudirman Km 105 Sampit-Pangkalan Bun tersebut akan ditangani cepat meskipun sifatnya sementara. Untuk yang permanen, akan dilakukan tahap berikutnya, tim dari Kementerian PUPR yang akan turun lapangan.

"Putusnya jalur akibat jembatan amblas sudah ditangani, dengan membuat jembatan darurat dahulu. Namun nanti untuk mobil yang tonase berat tidak boleh lewat dulu," kata Gubernur, Sabtu (30/12/2017) malam ini.

"Untuk sementara ini, saya imbau menggunakan jalan alternatif dulu, sembari pengerjaan jembatan darurat berlangsung," lanjut Gubernur.

Ia mengapresiasi jajaran Satker jalan dan jembatan BBPJN VII, PUPR Provinsi Kalteng dan kabupaten dan semua pihak yang membantu penanganan arus transportasi yang sempat lumpuh beberapa jam. Saat ini jalur alternatif sementara adalah melalui Km 98, masuk jalan perkebunan milik PT Binasawit Abadipratama. Meskipun jarak tempuh berkisar 8-12 kilometer.

Gubernur juga sigap mengumpulkan beberapa pihak terkait terutama satker BBPJN untuk rapat di rumah jabatan Gubernur Kalteng guna mencari solusi agar secepatnya jalur itu bisa difungsikan kembali. Sehingga akses lalu lintas di jalur tersebut tidak terhambat. (ROZIQIN/B-5)