BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran bertindak cepat merespons amblesnya jembatan yang memutuskan jalur Sampit -Pangkalan Bun di Km 105. Ia mengerahkan pihak perusahaan bidang kehutanan agar ikut membantu.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng Sri Suwanto yang diperintahkan gubernur pun cepat tanggap meminta bantuan salah satu perusahaan kehutanan pemegang IUPHHK-HA, PT Sarmiento Parakantja Timber (PT Sarpatim) untuk memenuhi kebutuhan jembatan darurat tersebut.
“Menindaklanjuti arahan bapak gubernur untuk penanganan jembatan yang putus itu, kita meminta secara resmi kepada perusahaan tersebut untuk pemenuhan kayu bulat keras sebanyak kurang lebih 15 batang,” kata Sri Suwanto kepada Borneonews, Sabtu (30/12/2017) malam.
“Kayu keras sebanyak 15 batang itu, yang memenuhi persyaratan untuk jembatan darurat penghubung jalan nasional tersebut,” sambungnya.
Sri Suwanto melayangkan surat resmi untuk permintaan kayu bulat tersebut kepada pemegang pemegang IUPHHK-HA tersebut dan ditembuskan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta.
Untuk koordinasi lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis jembatan terkait pemenuhan kayu tadi, Kadishut menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng. (ROZIQIN/B-5)








