BORNEONEWS, Sampit - Serangan Demam Derdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memakan korban. Kali ini giliran Muhammad Risfan warga Jalan Cristopel Mihing, gang Pepadaan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang yang menjadi korban.
Korban meninggal setelah sehari jalani perawatan di RSUD dr Murjani Sampit. Kejadian inipun langsung dapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur, bahkan di kawasan sekitar tempat tinggal korban langsung ditindaklanjuti dengan dilakukan pengasapan (fogging) oleh petugas.
"Kami sudah melakukan fogging di dekat tempat tinggal korban, di sekitar mesjid Syuhada, Baamang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, dr Faisal Novendra Cahyanto kepada Borneonews melalui sambungan telepon, Minggu (31/12/2017).
Ia melanjutkan fogging merupakan langkah awal yang dilakukan agar tidak menyasar korban lainnya. Sementara korban meninggal karena dengue shock syndrome. Saat ditanya apakah meninggalnya korban karena keterlambatan orang tuanya membawanya ke rumah sakit Faisal belum bisa memastikan dengan alasan karena belum melihat data korban.
"Kalau soal itu saya belum bisa komentar, karena belum melihat data, tetapi melihat jumlah kasus DBD di Kotim menurut akan tetapi angka kematian meningkat menunjukkan trend adanya virus dengue tipe 3," ucap Faisal.
Menurut Faisal, virus tipe 3 ini merupakan virus yang paling patologis beredar. Meninggalnya korban menambah daftar meninggalnya korban DBD sejak beberapa bulan terakhir ini. Beberapa waktu lalu dua warga yang tinggal di kawasan perkebunan di wilayah Kecamatan Cempaga juga meninggal dunia.(NACO/B-8)
Kena Serangan DBD, Warga Baamang Meninggal
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Warga Mulai Beradaptasi dengan Jalur Baru Setelah Jalan Tjilik Riwut Ujung Bandara Haji Asan Ditutup Permanen
Kemenag Kotim Tawarkan Korban Perundungan Pindah ke Madrasah Negeri Gratis
Dishub Kotim Usulkan Rp1,2 Miliar untuk Rehab Dermaga Selamat Datang Sampit di Seranau
Dinkes Kotim Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer
Pemindahan Gedung PKP-PK Bandara H Asan Sampit Ditargetkan 2028 Gunakan APBD Kotim
Kadinkes Kotim Tegaskan Belum Temukan Kasus Penyakit yang Spesifik Disebabkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







