BORNEONEWS, Sampit - Langkah yang diambil Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran untuk membentuk tim investigasi terkait kasus klaim lahan yang berujung pada penembakan di kawasan PT BSK (Wilmar Group) didukung oleh tokoh ada di Kabupaten Kotim, M Jais.

"Kami sangat mendukung langkah gubernur, memang dari awal kami meminta agar dibentuk tim investigasi ini, dengan melibatkan semua pihak termasuk pemangku adat," kata Damang Kepala Adat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang ini kepada Borneonews melalui telepon selulernya, Minggu (31/12/2017).

Menurut Jais, apa yang dilakukan Gubernur tentu bentuk dukungannya sebagai kepala daerah, dalam membela warganya yang selalu menjadi korban pada saat membela haknya. Pembentukan tim yang melibatkan beberapa instansi pemerintah di pemerintah provinsi sudah dianggap sesuai.

Pembentukan tim ini, lanjut dia, tentu dengan harapan harus mampu membongkar kejahatan peekebunan yg dilakukan oleh perusahaan selama ini. "Apa pun hasil dari tim nantu harus berani mempublikasikannya, agar semua terang benderang, kalau boleh ada beberapa saran dan masukan untuk Pak Gubernur tolong libatkan juga kelembagaan adat yg ada di provinsi dan di Kotim. Sementara di kecamatan mohon dilibatkan kedamangan tempat terjadinya penembakan," tegasnya.

Ia juga meminta gubernur harus mampu membantu warga yang tertembak dan ditahan di Polres Kotim agar mereka dapat dikeluarkan sementara tim mencari bukti kebenarannya di lapangan. "kalau terbukti ternyata terjadi pelanggaran baik dilakukan oleh pihak kepolisian maupun perusahaan terhadap hak masyarakat berupa tanah maupun hak sebagai manusia yang merdeka maka dilakukan tindakan tegas," pungkasnya.

Seperti diketahui, aksi klaim lahan di PT BSK, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang harus membuat dua orang warga menerima timah panas aparat, dari versi warga mereka ditembak lantaran karena mengklaim lahan, sementara dari pihak perusahaan maupun kepolisian menyebut penembakan itu berawal dari tindakan masyarakat melakukan pencurian sawit dan menyerang petugas dengan senjata tajam.(NACO/B-8)