BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perhubungan Kabupaten Kotim mengeluarkan imbauan pasca amblasnya jembatan Sungai Rungau, Kabupaten Seruyan pada Sabtu (30/12/2017) Jalan Jenderal Sudirman kilometer 105 Sampit-Pangkalan Bun yang merupakan jalur utama Trans Kalimantan yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Timur dengan beberapa Kabupaten yang berada di wilayah barat Kalimantan Tengah dan Provinsi lain di bagian Barat pulau Kalimantan.
Salah satunya, kepada pemilik angkutan dengan bobot besar sejenis Fuso untuk menunda perjalanannya terlebih dahulu sampai perbaikan selesai. Karena jalur alternatif yang disiapkan tidak mampu menampung kendaraan dengan berat.
"Dalam beberapa waktu kedepan arus lalu lintas di ruas jalan tersebut dialihkan. Adapun Pengalihan arus lalu lintas tersebut sesuai manajemen rekayasa lalu lintas Dishub Kotim sebagai jalur alternatif yaitu dari kilometer 98 melalui jalan perkebunan sawit PT. Sinar Mas Group, kemudian untuk keluar di kilometer 107 Jalan Jenderal Sudirman," kata Kepala Dinas Perhubungan Kotim, H Fadliannor kepada Borneonews, Minggu (31/12/2017).
Fadliannor mengimbau untuk sementara waktu agar kendaraan jenis dump truck, fuso, tronton, kereta gandengan, dan kereta tempelan, serta jenis kendaraan bertonase berat lainnya untuk tidak melintas ke jalur tersebut.
"Atau menunda perjalanannya untuk sementara waktu sampai adanya perbaikan mengingat jalur alternatif diperuntukan untuk kendaraan bertonase ringan, semoga masyarakat dapat mematuhi dan memakluminya demi terciptanya keselamatan dan keamanan para pengguna jalan," tegas Fadliannor.
Sementara untuk bus menurut Fadliannor sudah ada solusi untuk permasalahan tersebut, namun apakah nanti dilakukan sistem antar jemput sampai di lokasi itu. "Itulah nantinya yang akan melihat situasi dan kondisi di lapangan," kata dia. (NACO/B-8)
Jembatan Amblas, Angkutan Besar Diminta Tunda Perjalanan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Warga Mulai Beradaptasi dengan Jalur Baru Setelah Jalan Tjilik Riwut Ujung Bandara Haji Asan Ditutup Permanen
Kemenag Kotim Tawarkan Korban Perundungan Pindah ke Madrasah Negeri Gratis
Dishub Kotim Usulkan Rp1,2 Miliar untuk Rehab Dermaga Selamat Datang Sampit di Seranau
Dinkes Kotim Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer
Pemindahan Gedung PKP-PK Bandara H Asan Sampit Ditargetkan 2028 Gunakan APBD Kotim
Kadinkes Kotim Tegaskan Belum Temukan Kasus Penyakit yang Spesifik Disebabkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







