BORNEONEWS, Sampit - Cuti berjamaah di RSUD dr Murjani Sampit menjadi perbincangan hangat bagi warganet di Kabupaten Kotim, setelah edaran dokter di posting oleh akun facebook Tohari Muhammad.

"Jika anda warga KOTIM, saya pesan 1 hal, JANGAN PERNAH SAKIT," tulisnya di keterangan edaran itu.

Postingan ini mendapat komentar dari berbagai kalangan, bahkan ada yang menyesalkan dan ada juga yang berupaya memberi penjelasan meski poliklinik libur, rumah sakit tetap buka.

"Maaf kalau saya melihat edaran itu hanya poliklinik yang libur, artinya rumah sakit tetap buka 24 jam, pelayanan biasanya lewat UGD, itu sepengetahuan saya, jadi tetap ada dokter saja," kata pemilik akun Dodo R Sudiro.

"Benar sekali, yang cuti itu adalah klinik yang ada di rumah sakit sesuai daftar edaran, jika diperhatikan atau klinik yang dicutikan adalah yang diperlukan masyarakat setiap hari, UGD memang 24 jam, seandainya pasien butuh operasi atau pembedahan klinik tersebut dokternya cuti tidak bisa dilayani," kata pemilik akun Daniel Alaxander.

Tidak hanya itu, pemilik akun Sri Karate juga menyebutkan, keponakannya yang sempat ke rumah sakit harus pindah klinik lantaran dokter untuk poli anak baru akan turun pada awal 2018 ini. "Mudah-mudahan penyakit yang datang libur juga," sindir pemilik akun Raffi Dahlan.

Menanggapi hal tersebut, Rumah Sakit dr Murjani Sampit nampaknya sudah mengantisipasi cuti yang dilakukan sejumlah dokter spesialis rumah sakit mereka secara bersamaan saat perayaan natal dan tahun baru belum lama ini tadi.

"Saya paham dengan mereka, nanti akan saya jelaskan," kata Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Denny Muda Pradana, Senin (1/1/2018) kepada Borneonews.co.id.

Meski demikian menurut Denny, pelayanan di rumah sakit pelat merah tersebut tetap seperti biasanya. Tidak ada perubahan pelayanan meski banyak yang cuti. "Tidak berubah (pelayanan) kondisi seperti ini sudah kami antisipasi," ujarnya. (NACO/B-2)