BORNEONEWS, Palangka Raya – Tahun 2018 merupakan tahun politik. Pasalnya, ada 11 daerah dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan Pilkada Serentak 2018 pada Juni mendatang.

Sangat mungkin, semua pasang mata tertuju pada geliat politik di Bumi Tambun Bungai ini, biarpun di tiga daerah yang tidak berlangsung pilkada. Termasuk Gubernur Kalteng Sugianto Sabran selaku Kepala Daerah tingkat Provinsi. Namun apa kata dia?

Ternyata hajatan ini menurutnya hal biasa, dan karena itu ia menanggapi dengan santai. Namun ada pesan kepada semua yang bertarung agar tidak keluarkan jurus menghujat agar suasana damai. Andai kalah, harus berjiwa kesatria mengakui.

“Ah santai sajalah. Silakan yang mau jadi bupati atau walikota silakan saja. Tetapi mari beri’tikad baik, tidak boleh saling menjelekkan, black campain dan saling menghujat harus dibuang jauh-jauh, Bertarunglah secara kesatria, gentlemen kalau kalah,” sebutnya.

Ia pun mengajak kepada semua pasangan yang akan bertanding untuk memiliki kesepakatan siap menang siap kalah, dan tidak perlu berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk ajukan sengketa Pilkada.

“Olah saja perjanjian jelas, tidak perlu ke MK kalau kalah. Ya namanya kalah ya kalah, biar pun kalah satu suara saja (harus terima), itu namanya gentle,” tandasnya. (ROZIQIN/B-8)