BORNEONEWS, Muara Teweh - Gedung baru RSUD Muara Teweh dengan standar internasional sudah selesai dibangun. Tetapi, RSUD masih kekurangan dokter spesialis. Manajemen rumah sakit pun berupaya untuk memenuhi kekurangan tersebut

“Saat ini, RSUD Muara Teweh masih kekurangan dokter spesialis anestesi. Tapi sudah ada dokter yang mau bertugas di sini. Diperkirakan Maret 2018 sudah pindah ke RSUD Muara Teweh. Dokter itu pada Januari ini akan melihat rumah sakit ini,” kata Direktur RSUD Muara Teweh, drg Dwi Agus Setejowati, Senin (1/1/2018)

Dia mengatakan, RSUD Muara Teweh masih status tipe C, namun pihaknya akan berupaya meningkatkan status tersebut ke tipe B. Caranya, memenuhi berbagai syarat seperti dokter spesialis maupun tenaga medis lainnya.

“Rumah sakit ini akan menambah tenaga medis dan kelengkapan dokter spesialis. Targetnya pada 2018 – 2019. Agar RSUD Muara Teweh bisa menjadi menjadi tipe B,” kata Dwi Agus.

Dia mengaharapkan, masyarakat tidak boleh takut dengan kemegahan rumah sakit ini. Sebab, pelayanan di RSUD Muara Teweh tetap seperti biasanya. “Peningkatan kenyamanan pasien diutaman, namun untuk tarif tetap seperti biasanya, yakni mengacu kepada Permenkes,” kata dia.

Tingkat kenyamanan tersebut seperti, ruang kelas III yang selama ini tidak berpendingin udara, saat ini sudah memilikinya. Begitu pula kelas II, I dan VIP. (RAMADHANI/B-11)