BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berkeinginan pengelolaan Taman Nasional Sebangau (TNS) yang kawasannya meliputi dua kabupaten dan satu kota, dikelola dengan profesional. Baik pengeloaan infrastruktur wisata alamnya, maupun manajemen dan daya jual ke dunia luar.

Akan tetapi, pada pelaksanaannya, tetap saja harus melibatkan warga lokal, mulai dari pramu saji, wisata budaya, dan lainnya. Dengan manajemen yang baik, diyakini akan mengelola sumber daya yang ada menjadi potensi berdaya tarik luar biasa.

“Diswastakan? Tunggu dulu, kita lihat nanti. Apakah pihak swasta atau model lain kita pikirkan itu. Tetapi yang jelas Taman Nasional Sebangau ini nanti perlu memakai tenaga profesional dalam marketing pariwisata, perlu mencari orang yang pas supaya dipermak, laku kita jual di level nasional dan internasional,” tutur Sugianto, Senin (1/1/2018).

Diberitakan sebelumnya, Sugianto mengatakan penggarapan ekowisata TNS bakal kian difokuskan. Ada beberapa hal yang dipoles, terutama dari pintu masuk Palangka Raya. Tujuannya, untuk meningkatkan nilai jual wisata air hitam yang hanya ada di dua tempat di dunia ini. Sehingga makin dikenal sebagai destinasi unggulan Indonesia. (ROZIQIN/B-3)