BORNEONEWS, Sampit - Tiga bulan terakhir ini sudah ada empat korban demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaen Kotawaringin (Kotim) meninggal dunia. Penyebabnya karena sanitasi yang buruk di kawasan mereka tinggal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, baru-baru ini sudah ada 4 korban DBD, pada bulan November 2017 dua korban meninggal di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Cempaga.

"Kemudian satu korban lagi meninggal di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga, kemudian yang baru ini pada Desember satu korban di Kecamatan Baamang," kata Faisal, Selasa (2/1/2018)

Menurut Faisal, DBD menyerang warga setempat ketika mereka cek lantaran akibat sanitasi buruk, serta banyak jentik sehingga menjadi sarang nyamuk demam berdarah tersebut, inilah yang perlu dihindari agar sanitasi segera diperhatikan.

Meski banyak memakan korban namun menurut Faisal dari data mereka sepanjang 2017 tadi tren kasus DBD mengalami penurunan, tingginya angka kematian akibat virus dengue tipe 3, di mana virus tipe tersebut paling patologis yang beredar selama ini.

Namun demikian pihaknya tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat, mulai dari memperhatikan sanitasi dan lingkungan sekitar agar selalu bersih. Selain itu Dinkes juga selalu melakukan fogging di daerah yang rawan DBD. (NACO/B-5)