BORNEONEWS, Sampit - Bagi masyarakat yang kerap kali melintas di Jalan Tjilik Riwut tepatnya di jalur Sampit-Kota Besi, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meski berhati-hati, pasalnya belakangan ini di sana marak aksi pemalakan bagi pemilik kendaraan.

Seperti yang dialami Rido, warga di Kecamatan Cempaga ini. Saat ia ingin pulang dari Sampit mengendarai sepeda motor seorang diri pada Senin (1/1/2017) ia dihentikan oleh empat remaja yang menggunakan tiga buah sepeda motor, tanpa curiga ia singgah, di mana mereka berpura-pura kahabisan bensin.

"Saat itu mereka tanya mau minta duit buat beli bensin, ada duit enggak katanya, saya bilang ada, mau berapa saya bilang buat beli bensin, sini serahkan tas kamu itu katanya," terang Rido, Selasa (2/1/2017).

Merasa akan dipalak saat kondisi sore yang diguyur hujan gerimis itu Rido langsung berpura-pura mau mengambil pisau dari dalam tasnya mereka ketakutan dan langsung melarikan diri, sementara kendaraan mereka langsung dihidupkan dan kabur.

"Memang mau memalak saja mereka itu, buktinya motornya saat dihidupkan bisa saja digunakan," katanya.

Rido berharap aparat Polsek setempat rutin melakukan patroli baik itu pada petang maupun malam hari. Mengingat kejadian itu sudah kerap kali dialami warga. Terutama bagi pengendara perempuan sering mereka pepet dan ganggu.

"Ternyata kata adik saya temanya juga beberapa waktu lalu melintas di jalan tersebut dipepet oleh sejumlah orang, ingin memalak juga," pungkasnya. (NACO/B-5)