BORNEONEWS, Sampit - Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) berjanji segera menjadwalkan pemanggilan terhadap manajemen RSUD dr Murjani Sampit terkait munculnya sejumlah permasalahan belakangan ini yang terus terjadi, di antaranya soal banyaknya dokter spesialis yang cuti saat Natal dan Tahun Baru sehingga pelayanan mengalami gangguan.
"Demi pelayanan rumah sakit menuju pelayanan BLUD dipandang perlu untuk memanggil manajemen rumah sakit, kita rencanakan pekan depan, tadi kita sudah rapatkan bersama anggota Komisi III, ketua sepakat," kata anggota Komisi III DPRD Kotim, Dadang H Syamsu, Selasa (2/1/2017).
Menurut Dadang, masalah itu merupakan hal serius yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena masalahnya sudah berpolemik di kalangan masyarakat. "Lihat saja di media sosial sangat ramai diperbincangkan soal banyaknya dokter yang cuti," kata Dadang.
Bahkan, masalah serius lainnya dengan banyaknya dokter yang cuti tersebut Dadang mendapatkan laporan ada seorang anak di Baamang meninggal dunia karena terkena DBD dan harus dilarikan ke Palangka Raya lantaran di RSUD dr Murjani Sampit tidak ada dokter spesialisnya.
"Makanya dulu mereka mengusulkan Rp1,25 miliar untuk dokter tidak kita terima, kami tolak saat itu, buktinya saat ini pelayanan mereka masih jauh dari yang kita harapan," tegas politisi Partai Amanat Nasional tersebut.
Dikatakan Dadang, masalah di RSUD dr Murjani Sampit terkait pelayanan seakan tidak ada habisnya, padahal beberapa waktu lalu masalah sempat mencuat setelah adanya penolakan perawatan terhadap pasien lantaran harus bayar di depan terlebih dahulu. (NACO/B-5)
Gara-gara Banyak Dokter yang Cuti, DPRD Akan Panggil Manajemen RSUD dr Murjani Sampit
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Lamandau Dorong Pemenuhan Gizi dan Fasilitas demi Prestasi Atlet
Menko Bahlil Perintahkan ESDM Berpihak pada Kepentingan Rakyat
DPRD Kotim Kunjungi Seruyan, Bahas Strategi Pengembangan Usaha Perikanan
Musorkab KONI Lamandau 2026 Dorong Penguatan Pembinaan dan Prestasi Atlet
Puluhan Hektare Konsesi Perusahaan Perdagangan Karbon di Kotim Terbakar
Gerakan Pangan Murah di Lamandau Beri Subsidi 20 Persen demi Bantu Warga Dapatkan Bahan Pokok Terjangkau
Komentar (0)
Memuat komentar…







