BORNEONEWS, Kasongan - Warga Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Buntut Bali, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan mendambakan penerangan listrik dari PLN. 

Sebenarnya jaringan listrik PLN sudah terpasang di permukiman berpenduduk sekitar 400 kepala keluarga itu sejak awal 2017 lalu. 

"Sebenarnya jaringan listrik menuju UPT Buntut Bali sudah ada sejak setahun yang lalu, tapi sampai sekarang kok belum nyala?" tanya Leman, warga Buntut Bali, Selasa (2/1/2018).

Hal senada diutarakan Sabar. "Sudah setahun ini jaringan listrik di wilayah kami terbengkalai," ujar Sabar.

Sabar mengaku sebenarnya warga UPT Buntut Bali sangat mampu untuk membayar pemasangan meteran listrik PLN itu sekitar Rp3, 5 juta. Akantetapi listrik yang didambakan masyarakat tak kunjung menyala.

Ketua LSM Suara Rakyat Katingan Anto Saptono menyayangkan kondisi itu. "Sebelumnya kita juga mendapat keluhan dari masyarakat UPT Buntut Bali soal jaringan listrik ini, padahal sudah setahun jaringan masuk, tapi sampai sekarang belum juga menyala," ujar Anto Saptono. (ABDUL GOFUR/B-5)