BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi mengaku prihatin atas tindakan sekelompok anak yang membuat geng atau komunitas yang meresahkan masyarakat di daerah ini.
"Ini sangat meresahkan, karena geng ini rawan perkelahian. Bahkan juga tindakan asusila. Ini sangat membahayakan bagi mereka sendiri maupun orang lain," ujar Bupati, Selasa (2/1/2018).
Bupati berharap semua kalangan peduli akan hal itu. Jangan hanya aparat penegak hukum saja. Karena soal geng anak merupakan tanggungjawab semua pihak.
Ia meminta agar semua warga tidak membiarkan hal tersebut. Karena kalau hanya ditonton saja, maka dikhawatirkan jumlah mereka akan terus bertambah.
"Ini bukan hanya tanggungjawab saya seorang bupati, namun semua kalangan. Bahkan orangtua harus menjaga anak-anak mereka," kata Supian.
Bupati mengatakan bahwa dirinya sudah pernah ingin menerapkan jam malam bagi anak-anak di bawah umur. Namun malah ada saja yang menentang akan kebijakan tersebut dengan alasan akan menghambat belajar kelompok saat malam hari dan lain sebagainya.
"Sudah pernah saya usulkan, namun malah ada saja yang menentang. Setelah melihat kondisi saat ini, yang menentang tersebut malah tidak ada bersuara kembali," kata Bupati.
Dengan adanya hal itu, Bupati meminta agar bisa duduk bersama-sama mencari solusi yang tepat, guna tidak ada lagi geng anak-anak ini. Sehingga tidak meresahkan dan merusak generasi muda.
Sementara, dalam beberapa pekan terakhir, polisi sudah beberapa kali mengamankan sekelompok anak muda yang mengklaim sebagai geng dengan berbagai nama. Saat ditertibkan, sebagian mereka sedang dalam kondisi mabuk dan ada pula yang membawa benda berbahaya diduga hendak tawuran. Padahal banyak dari mereka yang berstatus pelajar SD, SMP, dan SMA.
Sehingga hal itulah yang sangat memprihatinkan. Karena dikhawatirkan mereka terjerumus kepergaulan bebas dan kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan hingga merugikan orang lain. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








