BORNEONEWS, Palangka Raya - Satuan Kerja Pembangunan Jalan Nasional (PJN) I Kalimantan Tengah, bergerak cepat menangani jembatan Sei Rungau, Kabupaten Seruyan, yang ambruk akibat diterjang air sungai pada Sabtu (30/12/2017) dini hari.
Saat ini, jembatan yang menghubungkan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, itu sudah bisa dilalui meski masih darurat.
Kepala Satuan Kerja PJN I Kalteng Muhammad Tasdik mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah baja yang akan diletakkan dari aspal jalan ke seberangnya. Bahkan baja sudah dipasang.
"Pada tanggal 3 Januari besok akan dilakukan pengelasan oleh para pekerja di lapangan," kata Tasdik, Selasa (2/1/2018).
Ia menuturkan, jembatan darurat itu baru bisa dilalui oleh kendaraan dengan berat 5-6 ton. Karena itu, para pengguna jalan diminta untuk bersabar dan berhati-hati saat melintasi jembatan.
Menurut Tasdik, jembatan akan dibuat secara permanen. Saat ini, sedang diusulkan ke pemerintah pusat dengan perkiraan dana sebesar Rp10 miliar.
Salah seorang warga, Siswono sangat mengapresiasi penanganan cepat atas ambruknya jembatan tersebut. Sehingga warga dapat melintas kembali jalan yang sempat putus itu. (BUDI YULIANTO/B-3)








