BORNEONEWS, Muara Teweh – Pasar Bebas Banjir (PBB) di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, sedang dalam tahap pembangunan. Untuk itu, para pedagang dipindahkan ke lokasi sementara. Namun, lokasi pemindahan para pedagang ternyata sangat memprihatinkan.
Anggota DPRD Barito Utara Abri mengatakan, saat turun hujan maka seluruh jalan di lapak sementara pedang PBB akan becek. Sehingga sangat mengganggu pedagang maupun para pembeli.
“Ini tentu saja akan menjadi pertimbangan masyarakat yang ingin berbelanja di pasar tersebut, yang pada akhirnya kalau musim hujan jadi ogah-ogahan karena malas terkena becek. Ini dapat mengganggu perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang,” sebut Abri kepada Borneonews, Selasa (2/1/2018).
Padahal, menurut dia, pasar tersebut cukup diminati warga terutama para pedagang sayur keliling atau makanan. Karena harganya lebih miring ketimbang pasar lainnya. Selain itu, PBB sudah mulai beraktivitas sejak pukul 00.00 WIB. Sehingga sangat disayangkan kalau aset itu dibiarkan begitu saja .
“Kita ingin semua pedagang dan warga merasa nyaman bertransaksi barang pasar ini. Sehingga perputaran perekonomian bisa terjadi dengan lancar,” pungkasnya. (RAMADANI/B-3)








