BORNEONEWS, Sampit - Perjuangan selama menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (Disperkrim) Kotawaringin Timur (Kotim) hingga purna tugas diceritakan Juanda, saat sertijab Kepala Disperkim, Selasa (2/1/2018).

Dia mengatakan, mulai dari kekurangan anggaran, hingga tidak adanya stelmpel dinas tersebut mewarni perjalananannya. Penyebabnya, perubahan nomenklatur dinas tersebut dari sebelumnya yakni Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kotawaringin Timur.

"Selama saya bertugas, banyak suka dukanya. Dulu itu dinas yang sebelumnya Dispertasih kosong. Bahkan tidak ada apa-apanya. Kemudian berganti lagi menjadi Disperkim, sampai stempel saja bikin sendiri," kata Juanda, saat menyampaikan sambutan dalam purna jabatan, Selasa (2/1/2017).

Keadaan itu baginya sebagai kepala dinas, merupakan tantangan untuk dilalui. Sehingga dia tetap semangat melakukannya, dengan tujuan agar Kotim bisa lebih maju dalam segi pembangunan dan lainnya.

"Tentu saya tetap semangat dan terus berjuang dan bersyukur masih bisa berbuat yang terbaik untuk daerah ini. Walaupun masih banyak poin pekerjaan yang belum tuntas," kata Juanda.

Beberapa poin yang wajib dan belum tuntas dilaksanakan tersebut, yakni terkait Penerangan Jalan Umum. Yang mana belum semua selesai, karena keterbatasan anggaran. Namun, secara keseluruhan Disperkrim yang dari nol berdisi akan lebih baik dan kemungkinan besar untuk berubah menjadi tipe A.

Juanda juga menyampaikan permohonan maaf kalau ada kinerja atau ucapan dan kesalahan. Dia juga berterimakasih atas kepeminpinan Supian Hadi, pegawainya yang sudah membantu selama bertugas. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)