BORNEONEWS, Sampit - Sebentar lagi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tepatnya pada 7 Januari 2018, akan merayakan hari jadi yang ke-65. Berkaitan dengan perayaan ini pengasuh pondok pesantren Darul Amin Sampit, Ustaz Ahmad Rayan Zihdi Abrar menekankan agar jangan sampai di hari hulang tahun tersebut sikap rasa menyukuri nikmat dari Allah SWT dihilangkan menjadi sikap mengkufuri.

Menurut ustaz muda tersebut, sejauh ini telah banyak kemajuan baik dari segi pembangunan maupun ekonomi di daerah ini di bawah kepemimpinan Bupati Supian Hadi dan Wakil Bupati Taufiq Mukri.

Kemajuan yang pesat itu tentunya tidak akan terwujud kalau tidak ada kerja keras dan tentunya izin Allah. Dengan nikmat yang diberikan tersebut, sudah sepatutnya seluruh umat bersukur atas karunia yang diberikan.

Nikmat yang diberikan Allah kepada masyarakat di Kotim ini sangatlah banyak, di antaranya nikmat iman, nikmat sehat, nikmat rezeki, nikmat diberikan kehidupan, bahkan kejayaan dan kemerdekaan hingga Kotim terus berkembang sampai 65 tahun juga merupakan nikmat Allah, hingga masih banyak nikmat lainnya.

Sehingga dengan nikmat tersebut, harus disyukuri. Jangan sampai dengan kemajuan ini membuat daerah ini lupa hingga menjadikannya kekufuran. Karena didalam mensyukurinya berarti mengisi hari jadi Kotim ini sesuai dengan tujuan kita meraihnya dan tujuan Allah menganugrahkannya kepada kita.

"Menyukuri bisa diartikan menjaga, seluruh aset daerah ini baik itu pembangunan, jalan, dan tentunya masyarakatnya. Jangan sampai terlena hingga mereka lupa akan kata syukur, hingga meninggalkan perintah yang maha kuasa," ujar  Ustaz Ahmad Rayan, Kamis (4/1/2018).

Ia mengatakan, siapapun yang ikut andil dalam kemajuan Kotim, jangan sampai lengah dengan situasi yang ada saat ini. Karena kalau sampai tidak dapat menjaga suatu daerah dari kemudaratan, semisal peredaran narkoba dan miras semakin merajalela, kenakalan remaja disana-sini, bahkan banyak masyarakat yang mengindahkan perintah Allah. Maka hal itu patut diperhatikan, dan tentu menjadi PR bersama seluruh lapisan elemen masyarakat. Jangan sampai membuat Allah murka akan ulah umatnya.

Ia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kotim jangan hanya fokus membangun dan membangun untuk kemajuan daerah ini saja. Namun yang sangat perlu diperhatikan adalah bagaiman agar Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah ini bisa lebih religius lagi, dan juga penanaman ilmu agamanya diperhatikan.

"Jangan hanya seribu kubah saja, namun SDMnya juga harus religius," kata Ahmad.

Bagaiaman cara untuk membuat SDM yang religius, tentu hal itu butuh perjuangan dan kerjasama dari semua kalangan. Dimana salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan seringnya mengadakan tablik akbar atau bahkan mendatangkan ulama besar. Sehingga dengan seringnya mendengar tausiah, dan juga ceramah, maka sedikit banyaknya masyarakat mengetahui yang mana yang harus dikerjakan dan yang mana dilarang oleh Allah.

Dirinya juga sangat prihatin dengan keadaan anak muda saat ini, apalagi sudah sering terdengar bahwa penerus bangsa ini yang terlibat narkoba, perjudian, pencabulan, pemerkosaan, hingga perkelahian. Hal itu tentu bukan hanya tanggungjawab salah satu pihak terkait saja. Nemun semua kalangan terutama orangtua. Yang mana harus menjaga anak-anaknya hingga mendidik dengan sebenar-benarnya. Tanamkan ilmu agama sejak dini, hingga itu menjadi modal bagi mereka untuk mengarungi kehidupan dan juga menjalankan printah Allah kedepannya.

Dirinya juga sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kotim atas pembangunan tempat ibadah yang ada selama ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah, bagaiman caranya agar tempat mulia tersebut tidak sedikit yang menggunakanmya untuk menyembah Allah. Karena akan sia-sia bangunan masjid besar, namun tidak ada makmum dan juga imam yang mengisinya untuk menjalankan printah Allah, yakni salat lima waktu dan juga diisi dengan majlis pengajian untuk pembelajaran umat dan masyarakat di Kotim ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)