BORNEONEWS, Muara Teweh - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara Fery Kusmiadi membeberkan seputar pelaksanaan pembangunan gedung baru RSUD Muara Teweh yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Fery menegaskan, pekerjaan gedung wing A RSUD Muara Teweh, yang baru saja diresmikan, menggunakan sistem multiyears atau tahun jamak. Nilainya mencapai Rp59,255 miliar yang dikerjakan oleh PT Jaya Konstruksi (Jakon) mulai 7 Desember 2016 hingga 31 Desember 2017.

Hasil pekerjaan struktur wing A selesai pada akhir 2017 dengan lantai 1 dan 4 sudah fungsional.

Pada tahun ini, proyek itu kembali dilanjutkan. Dengan pekerjaan berupa penyelesaian tahap akhir untuk lantai 2, 3, dan 5, dengan sistem reguler yang item pekerjaan bersamaan dengan pembangunan struktur gedung (wing) B. Targetnya lantai 1 sudah bisa fungsional di tahun ini juga.

“Untuk dana yang dialokasikan sebesar Rp51 miliar. Semua pekerjaan tergolong dalam satu item yaitu pembangunan gedung baru RSUD Muara Teweh,” ujar Fery, Kamis (4/1/2017).

Menurut dia, untuk penyelesaian akhir yaktu pembangunan gedung wing C diperkirakan akan dilaksanakan pada 2019. Bentuk proyeknya menyesuaikan dengan dana atau anggaran yang tersedia.

Untuk gedung baru RSUD Muara Teweh memiliki 114 kamar yang rencananya disertai kolam renang untuk fasilitas hidroterapi di gedung wing C lantai 5.

“Untuk pelaksanaan tahun ini dimulai dengan persiapan berkas pelelangan melalui bidang LPSE untuk manajemen kontruksi (MK). Setelah ada pemenangnya baru akan dilakukan pelelangan fisik pembangunan gedung wing B dengan penandatanganan kontrak diperkirakan awal Maret 2018. Pembangunan gedung ini diperhitungkan untuk persiapan menghadapi kondisi 20 tahun yang akan datang,” sebutnya. (RAMADANI/B-3)