BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Rimbun, mendukung penaikan insentif dokter RSUD dr Murjani Sampit. Namun, tidak adil bilamana kenaikan itu hanya untuk dokter rumah sakit saja, sementara dokter yang di pedalaman seperti dipuskesmas tidak dinaikan.
"Kami dukung insentif dokter dinaikan, tapi kami lihat Pemkab Kotim lupa, dokter di pedalaman tidak diperhatikan," kata Rimbun, Jumat (5/1/2018) dalam rapat dengar pendapat persoalan rumah sakit.
Dampaknya, kenaikan insentif hanya akan menambah semangat bagi dokter di perkotaan saja, sementara dokter di pedalaman dikhawatirkan akan berpengaruh dan mereka akan minta untuk dipindah ke kota juga nantinya.
"Kalau dokter pedalaman tidak kita perhatikan juga mereka akan pindah nantinya, makanya dana Rp5 miliar dulu kebijakan kami agar untuk menambah insentif dokter di pedalaman," tukasnya.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap, tingkat pelayanan di rumah sakit lebih ditingkatkan lagi. Apalagi insentif dan jasa medis yang diberikan pemerintah daerah selama ini untuk mereka cukup besar, terlebih usulan untuk menaikan insentif selalu disetujui oleh lembaga dewan.
"Tingkatkan pelayanan kesehatan rumah sakit, apalagi fasilitas di rumah sakit kita ini selalu ditingkatkan, dan ini kembali dianggarkan Rp151 miliar," pungkas Rimbun. (NACO/B-2)
Penaikan Insentif Dokter Tidak Hanya di Perkotaan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rimbun Kritik Pemerintah Pusat Usai Agenda Menhut di Kotim Batal
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







