SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dua diantara tujuh remaja anggota geng SPC yang diamankan Polsek Baamang ternyata masih berstatus pelajar. Tepatnya siswa salah satu SMK di Kota Sampit.

Remaja yang diamankan lantaran mencoret bendera berwarna merah putih biru itu berinisial FR, DR, FN, AA, RG yang sudah tidak bersekolah lagi. Sementara dua orang lainnya diketahui masih duduk di bangku sekolah.

"Dua di antara tujuh remaja ini masih bersekolah di salah satu SMK Kota Sampit," kata Kapolsek Baamang AKP Agoes Tri, Jumat (5/1/2018).

Agoes menambahkan, terkait kenakalan remaja yang terlibat geng, diperlukan adanya peran orangtua untuk mengawasi anak-anak dalam setiap pergaulannya. Hal itu bertujuan, untuk menghindari terjadinya penyimpangan pergaulan yang membuat perilaku anak menjadi tidak baik.

Tak lepas juga, peran guru dinilai penting. Selain mendidik siswa saat di lingkungan sekolah, juga harus turut mengawasi peserta didiknya di luar lingkungan sekolah atau jam sekolah.

"Guru memiliki peran yang sama dengan orangtua. Harus mendidik anak mereka agar jadi penerus bangsa yang baik. Selain mendidik pelajar pada saat jam sekolah, guru juga harus mengawasi kelakuan siswa-siswi nya diluar jam sekolah," pesan Agoes.

Meskipun diduga telah melakukan pelecehan terhadap lambang suatu negara, tujuh remaja yang diamankan Polsek Baamang tersebut hanya diberikan pembinaan. Mereka sudah dipulangkan ke orangtua masing-masing. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)