BORNEONEWS, Sukamara - Kapolres Sukamara AKBP Andiyatna mengatakan potensi gangguan keamanan dalam pelaksanaan Pilkada Sukamara tahun 2018 akan lebih besar. Hhal tersebut dilihat dari hubungan kedekatan antara pasangan calon dengan masyarakat atau pendukung.
"Diprediksi gangguan keamanan akan lebih komplek jika dibandingkan dengan penyelenggaraan Pemilu Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2015 lalu," kata Andiyatna, Jumat (5/1/2018).
Menurut Kapolres Sukamara, hubungan dekat masyarakat dengan pasangan calon akan menjadi salah satu penyebab rentan terjadinya gesekan sesama pendukung hingga maupun gangguan kamtibmas lainnya.
"Dalam rangka menjamin stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya pilkada, Polres Sukamara menggelar Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan. Tujuannya sama yakni pengamanan pilkada," terangnya.
Andiyatna menjelaskan, operasi tersebut nantinya akan lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, yang didukung dengan kegiatan intelijen dan penegakan hukum dalam mengamankan setiap tahapan Pilkada Sukamara 2018.
"Sehubungan dengan operasi kepolisian tersebut, maka dalam implementasinya akan dilakukan pergelaran fungsi-fungsi polisi dilapangan dalam bentuk satuan tugas." kata Andiyatna. (NORHASANAH/B-11)








