BORNEONEWS, Muara Teweh – Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar memerintahkan seluruh Kepala Satuan Petugas (Kasatgas) supaya terus meningkatkan kemampuan personel, serta memberikan kelengkapan perorangan yang memadai dalam menghadapi berbagai potensi ancaman pada pilkada 2018.

“Terus memperkokoh sinergi polisional dengan penyelanggara pemilu, TNI, masyarakat, dan mitra keamanan lainnya serta para tokoh masyarakat. Guna mendukung suksesnya pelaksanaan pilkada Barito Utara 2018,” ungkap Kapolres Dostan, Jumat (5/1/2018).

Selain itu, dia juga menyampaikan beberapa hal yang perlu dipedomani dan dilaksanakan. Di antaranya menyiapkan mental dan fisik yang dilandasi komitmen moral serta disiplin kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Sehingga dapat menampilkan jati diri Polri sebagai sosok penolong, sahabat, pelayanan masyarakat, juga penegak hukum yang jujur, benar, adil, transparan, dan akuntabel.

Selanjutnya, petakan setiap kerawanan tahapan pilkada Barito Utara 2018 serta lakukan diteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen yang didukung Babinkamtibmas. Guna mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat. Sehingga setiap permasalahan yang berpotensi mengganggu jalannya pilkada dapat diantisipasi sedini mungkin dan tidak berdampak luas.

Kemudian, implementasikan Asta Siap secara maksimal di setiap kesatuan. Sehingga pengamanan pilkada benar-benar terlaksana optimal. Jaga komitmen dan netralitas serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis selama penyelenggaraan pilkada yang dapat menurunkan kepercayaan dan citra Polri di mata masyarakat.

Lakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran pilkada secara terpadu melalui sentra Gakkumdu. Pedomani aturan dan SOP yang berlaku guna menghindari keraguan dan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas. Siapkan rencana pengamanan kontinjensi dan lakukan pelatihan kepada seluruh personel sehingga mampu menghadapi eskalasi ancaman yang pada situasi kontinjensi. Serta lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat terhadap pelaksanaan operasi dan kinerja anggota guna meminimalisasi terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan. (RAMADANI/B-3)