BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Shaleh megingatkan pemerintah daerah untuk tidak mengorbankan sektor lain untuk masyarakat dalam membangun sektor pariwisata.
"Sebab saat ini infrastruktur dasar menjadi kebutuhan prioritas untuk warga di Kotim. Pembangunan pariwisata jangan mengalahkan sektor infrastruktur dasar," kata Shaleh, Jumat (5/1/2018).
Menurut Shaleh, pihaknya tidak sepakat anggaran banyak dihabiskan untuk kegiatan pariwisata yang masih tidak mengakomodir kepentingan masyarakat banyak.
Politisi Partai Amanat Nasional ini sependapat sektor pariwisata memiliki potensi besar dan harus dikembangkan. Namun menurutnya, saat ini banyak sektor lain yang justru lebih membutuhkan perhatian karena bersentuhan langsung dengan nasib masyarakat yakni infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
"Kami menilai saat ini Kotim belum siap dijadikan kota wisata karena infrastrukturnya belum siap. Saya menyarankan pemerintah tidak memaksakan diri karena semua itu bisa dilakukan bertahap," tegasnya.
Apabila daerah memang minim anggaran ia meminta jangan dipaksanakan, kebutuhan daerah saat ini banyak juga di sektor lain, maka dari itu sejak awal mereka mengingatkan bangun wisata jangan sampai mengorbankan sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur masyrakat, karena itu kewajiban dasar pemerintah daerah dan hak masyarakat yang harus dipenuhi sesuai dengan amanat Undang-Undang
"Perencanaan dan kajian kepariwisataan harus dilakukan secara matang karena anggaran daerah cukup terbatas," pungkasnya. (NACO/B-5)








